Sejak Senin lalu, 14 April 2014, siswa kelas XII SMA/MA/SMK/MAK/Sederajat akan menghadapi Ujian Nasional (UN) tahun akademik 2013-2014. Ujian yang menjadi penentu kelulusan siswa ini diselenggarakan selama 3 (tiga) hari dan besok hari rabu adalah hari terakhir UN.

Berdasarkan Peraturan Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) Nomor: 0022/P/BSNP/XI/2013 tentang Prosedur Operasi Standar Penyelenggaraan Ujian Nasional, jadwal UN untuk siswa kelas XII SMA/MA/SMK/MAK/Sederajat adalah sebagai berikut :

Setiap ruang ujian yang digunakan paling banyak diisi 20 peserta. Bagi tiap peserta akan disediakan soal dengan kode naskah yang unik, berbeda bagi tiap peserta. Kode naskah akan dimunculkan dalam bentuk barcode yang sama dengan barcode pada tiap-tiap LJK yang disediakan. Penggunaan barcode dan 20 paket naskah yang berbeda diharapkan dapat mereduksi penggunaan bocoran kunci jawaban pada UN.

Peserta UN tidak diperkenankan memasuki ruang ujian sebelum dipersilakan pengawas. Peserta juga tidak diperkenankan membawa alat komunikasi. Jika diimplementasikan dengan baik, larangan membawa alat komunikasi bisa menjadi kunci penyelenggaraan UN yang jujur, mengingat modus penyebaran bocoran kunci jawaban UN kerap digunakan melalui handphone dengan berbagai aplikasi penunjangnya. Pihak sekolah harusnya mendukung aturan ini dengan mengumpulkan semua hadphone yang dibawa siswa selama penyelenggaraan UN.

Kriteria Kelulusan

Dalam Pasal 2 Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor: 97 Tahun 2014, diatur bahwa peserta didik akan dinyatakan lulus setelah menyelesaikan seluruh program pembelajaran, memperoleh nilai minimal baik pada penilaian akhir untuk seluruh mata pelajaran, lulus ujian sekolah, dan lulus Ujian Nasional.

Pasal 6 jo Pasal 5 menentukan tentang kriteria kelulusan untuk Ujian Nasional sebagai berikut:

1. Nilai akhir setiap mata pelajaran yang diujinasionalkan paling rendah 4,00; dan

2. Rata-rata Nilai Akhir untuk semua mata pelajaran paling rendah 5,50.

Nilai akhir merupakan gabungan (60% x Nilai Ujian Nasional) + (40% x Nilai Sekolah). Sedangkan Nilai Sekolah diperoleh dari (30% x Nilai Ujian Sekolah) + (70% x Rata-rata nilai rapor semester 1 s.d 5).

Berdasarkan kriteria tersebut, untuk lulus UN sebenarnya tidak sulit. Bahkan siswa yang TERPELESET mendapat nilai 2,00 pada salah satu mata pelajaran di UN masih berpeluang besar untuk tetap lulus. Sungguh, Ujian Nasional bukanlah suatu hal yang perlu ditakutkan oleh siswa. Siswa harusnya optimis sehingga dapat fokus mempersiapkan diri dengan sungguh-sungguh.

Bocoran Jawaban Ujian Nasional

Tidak dapat dipungkiri, masih ada indikasi kecurangan yang dilakukan sejumlah siswa peserta UN tiap tahunnya. Mulai dari bertanya pada teman sesama peserta ujian hingga maraknya bocoran jawaban yang beredar diantara peserta UN.

Beredarnya bocoran jawaban UN merupakan masalah kompleks yang berdampak buruk bagi siswa. Siswa jadi malah belajar, tidak menghormati guru, tidak bisa jujur bahkan terhadap dirinya sendiri.Tidak punya lagi kebanggaan atas prestasi. Jika untuk mendapatkan nilai UN saja tidak jujur, bayangkan bagaimana nanti saat mereka memegang estafet kepemimpinan bangsa, mereka tidak akan bisa membedakan mana uang yang halal dan haram. Mereka tidak peduli lagi uang itu haknya atau bukan, yang terpenting adalah bisa meraih keuntungan.

Dengan tulisan sederhana ini, saya mengajak semua pihak untuk berbuat. Wahai para orangtua berikan perhatian dan pendampingan bagi anak anda, ajak komunikasi yang baik, periksa handphone Anda, pastikan anak Anda tidak menjadi bagian dari anak-anak yang berbuat curang pada penyelenggaraan UN tahun ini.

Wahai para kepala sekolah, siapkan mekanisme yang baik. Kumpulkan semua handphone yang dibawa siswa ke sekolah. Minimalisasi setiap peluang kecurangan. Ingat, Anda adalah pemimpin, dan setiap pemimpin akan dimintakan pertanggungjawabannya di akhirat kelak. Bagaimana Anda bisa menjawab, jika lemahnya pengawasan yang Anda lakukan hari ini ternyata melahirkan siswa-siswa yang korup?

Wahai para guru pengawas silang. Lakukan pengawasan sebaik mungkin. Anda adalah orang terakhir yang bersentuhan langsung dengan siswa. Seandaianya ada siswa yang hari ini sudah mempunyai kunci jawaban UN, yakinlah bahwa Anda adalah orang yang bisa menghentikan kecurangan tersebut. Jangan biarkan ada siswa yang curang. Awasi dan tindak dengan tegas! Jangan biarkan siswa-siswi kebanggaan kita, siswa-siswi pekerja keras yang sudah mempersiapkan diri dengan baik, belajar selama 12 tahun, berprestasi, berdedikasi, jujur, Anda biarkan mereka dikalahkan oleh siswa-siswi yang curang, culas, menghalalkan segala cara, dan korup.

Wahai oknum-oknum yang membocorkan jawaban UN. Tegakah Anda melihat bangsa ini dihancurkan dari dalam? Tegakah Anda membawa pulang uang hasil penjualan kunci UN, lalu Anda suapkan pada mulut istri dan anak Anda? Siapkah Anda mendapati istri dan anak Anda tumbuh menjadi orang durhaka karena harta haram yang Anda masukkan pada tubuh mereka?

Wahai para pemangku kebijakan. Kobarkan semangat untuk menghadirkan sistem pendidikan yang terbaik di negeri ini. Maksimalkan potensi anak bangsa, didik dengan keras, bekali mereka dengan ilmu pengetahun. Namun jangan biarkan mereka lupa pada nilai-nilai yang mulia. Jangan biarkan mereka tumbuh menjadi orang yang tidak jujur, bahkan terhadap dirinya sendiri.

Wahai para siswa. Selamat berjuang! Tunjukkan pada kami bahwa kalian memang bisa kami banggakan. Bahwa kalian memang bisa kami andalkan, menjadi generasi penerus, yang akan memegang tongkat kendali negeri tercinta ini. Beranilah untuk JUJUR. Kami menginginkan bahwa berapapun nilai yang kalian peroleh, itu merupakan hasil kerja keras kalian sendiri. UN jujur itu pilihan hebat. Semoga bermanfaat.

From : Kompas-edited